Menjelang SEA Games 2019, Timnas Indonesia Ikuti Merlion Cup

Ajang sepak bola akbar Asia Tenggara akan segera dilaksanakan, hal ini tentu menjadikan ajang pembuktian bagi Timnas Indonesia U-22. Oleh karena itulah, sebagai pemanasan Timnas Indonesia mengikuti Merlion Cup 2019 yang diselenggarakan oleh Singapura. Turnamen ini merupakan pijakan awal yang bagus untuk persiapan Garuda Muda Indonesia.

Mengenal Merlion Cup

Sebagian besar orang, mungkin masih belum familiar dengan turnamen Merlion Cup 2019. Hal tersebut adalah wajar, sebab turnamen ini sudah vakum kurang lebih satu dekade. Jika dilihat dari waktunya turnamen Merlion Cup memang bukanlah turnamen baru. Akan tetapi mempunyai pengalaman yang cukup panjang.

Pada edisi tahun 2019, panitia penyelenggara kembali menyelenggarakan Merlion Cup dengan pembaharuan, yaitu hanya diikuti oleh empat peserta. Untuk satu slot akan diisi Timnas Singapura U-22 sebagai tuan rumah.  Kemudian untuk tiga peserta yang lainnya akan diundang panitia penyelenggara, yakni dari tim tetangga dengan level yang setara yaitu U-22. Beberapa negara tetangga yang diundang yaitu ada Indonesia, Filipina dan Thailand.

Edisi Terbaru Merlion Cup 2019

Dalam edisi terbarunya, Merlion Cup telah hadir dengan logo yang baru. Akan tetapi masih mempertahankan ikon Singapura. Selain itu ada juga trofi yang didesain mengkilap. Informasi tambahan lainnya, trofi untuk juara Merlion Cup 2019 berwarna perak serta memiliki bobot 20 kilo gram.

Menurut situs resmi Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS), turnamen Merlion Cup ini pertama kali diadakan pada tahun 1982. Sampai edisi 1986, Merlion Cup adalah turnaman judi bola online tahunan serta telah diikuti lebih dari 15 negara, diantaranya yaitu China, Irak, Chile dan Australia. Lalu pada edisi ke enam, tepatnya di tahun 1992, turnamen ini dimenangkan oleh Korea Selatan dan pada edisi yang terakhir, yakni 2009, Turnamen Merlion Cup dimenangkan oleh Liverpool.

Turnamen yang diadakan oleh negara tetangga Indonesia ini memang hadir dengan nuansa yang berbeda. Akan tetapi memiliki tujuan baik untuk memberikan semangat sebelum permulaan SEA Games 2019, yang akan diselenggaran di Filipina. Selain itu, Merlion Cup 2019 juga langkah awal untuk pemanasan Timnas Indonesia dalam menghadapi lawan mainnya di pertandingan nantinya.

Perbaikan serta evaluasi dari Turnamen juga akan menjadi catatan tersendiri untuk Timnas yang ikut bertanding, terutama Timnas Indonesia. Mulai dari pemilihan pemain, latihan serta strategi – strategi jitu harus diterapkan demi memperoleh kemenangan.

Menyandang gelar sebagai juara di SEA Games 2019 adalah sebuah cita – cita. Meskipun harus beradapan dengan juara tahun lalu, yaitu Timnas U-22 Thailand. Permainan lawan memang tidak boleh diremehkan atau dianggap mudah. Karena bisa jadi persiapan dari Tim yang lainnya akan menjadi ancaman bagi Timnas Garuda Muda Indonesia.

Oleh karena itu, pelatih Timnas Indonesia benar – benar sedang “menggodok” para pemain yang akan bertanding di Stadion Filipina nantinya. Segala persiapan telah dilaksanakan agar dapat mengantisipasi kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi pada SEA Games 2019. Tentunya, di Sea Games nanti, tim lawan dan rival juga akan semakin mempersiapkan diri.

Demikianlah ulasan mengenai Timnas Indonesia menjelang SEA Games 2019. Tentunya, harapan masyarakat Indonesia tentu ingin Tim Garuda Muda kembali berjaya, untuk membawa kemenangan di kancah Internasional.  Semoga Tim sepak bola dari Indonesia dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia nantinya. Dan kepada pecinta sepak bola tanah air, jangan sampai lupa untuk terus memberikan dukungan di ajang bergengsi tersebut.

 

Kapten Macan Kemayoran Tak Sepakat dengan Sebutan Persija Anak Papah

Menuju kejuaraan Liga 1 2018, Persija Jakarta tinggal selangkah lagi untuk dapat menyabet gelar juara apabila dapat mengalahkan rival terdekatnya, yaitu PSM Makasar. PSM juga merupakan lawan tangguh yang memiliki catatan baik pada pertandingan – pertandingan togel sebelumnya. Semakin dekatnya pertemuan mereka pada Liga 1 2018, kini santer terdengar sebuah olokan “Persija Anak Papah” di media sosial. Olokan atau cemoohan itu muncul dikaitkan dengan adanya rangkap jabatan yang terjadi pada JokoDriyono. Selain menjadi pemilik saham mayoritas Persija Jakarta, Ia juga merupakan seorang wakil ketua umum PSSI.

Ungkapan dari IsmedSofyan

Berikut ini beberapa ungkapan dari IsmedSofyan terkait dengan ketidaksepakatannya dengan “Persija Anak Papah”, simaklah ulasannya;

Kemenangan Bukanlah Settingan

Atas keberadaan berita tersebut di berbagai sosial media, IsmedSofyan Sang Kapten Macan Kemayoran pun ikut unjuk bicara. Ia mengatakan bahwa sebutan “Persija anak papah” tidaklah tepat. Keberasilan Persija Jakarta terwujud berkat adanya kerja keras yang selalu mereka terapkan dalam berlatih bersama tim dan ofisial.

Setelah mampu memenangkan pertandingan dengan Bali United dan menyeimbangi skor 0-0 dengan Bhayangkara FC, Persija akan bersiap untuk menyusun strategi dalam pertandingan selanjutnya. Hal itu adalah bukti bahwa Persija telah berusaha keras dalam setiap laganya. IsmedSofyan mengungkapkan juga bahwa cemoohan tersebut datang dari kubu yang tidak suka terhadap Persija Jakarta saja.

Ia juga menambahkan bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu tim Persija, meskipun para netizen menuduh bahwa Persija anak papah, kejuaraan merupakan settingan dan lain sebagainya. Tim Persija akan tetap fokus untuk terus berlatih.

Sang Kapten Kemayoran juga menyimpulkan bahwa setiap usaha dan kerja keras pasti akan mendapatkan hasil yang terbaik pula. Begitu juga buah hasil pada setiap latihan rutin yang telah dilaksanakan oleh tim sekarang berbuah manis. Meskipun tim masih harus terus berjuang satu langkah lagi menuju kemenangan.

Tetap Fokus Berlatih

Menurut Ismed, pemain berusia 39 tahun ini menegaskan bahwa kerja keras adalah kunci dari keberhasilan dalam permainan. Ia bersama dengan timnya terus melakukan latihan. Mereka menjadwalkan latihan pada setiap pagi dan sore hari. Disiplin waktu dalam berlatih menjadi hal penting pula bagi setiap pemain. Pemain juga fokus pada setiap latihan dan pertandingan nantinya.

Biarkan Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Setiap hasil pasti tidak akan mengkhianati usaha, mungkin hal itu yang pantas disebutkan bagi Persija. Perihal olokan dan cemoohan yang dilontarkan oleh para haters, bagi Kapten Persija Jakarta adalah tak perlu dirisaukan seperti sebuah pepatah biarkan anjing menggonggong kafilah berlalu. Konsentrasi terhadap laga selanjutnya sangat penting. Sebagai kapten Ia juga memberikan stimulus bagi para anggotanya agar tidak mudah terpengaruh oleh kubu yang tidak menyukai keberhasilan Persija.

Demikianlah beberapa hal yang terkait dengan tidak sepakatnyaIsmedSofyan atas olok – olokan atau cemoohan Persija anak papah. Semoga hal tersebut menjadi perhatian dan pemahaman bagi kita semua agar mengadakan cek dan ricek dahulu sebelum memberikan tuduhan bagi orang ataupun kelompok – kelompok tertentu.

Dalam pendidikan agama, berperasangka saja merupakan suatu tindakan tidak terpuji. Dan sebaik – baik orang adalah yang selalu berpikiran positif terhadap suatu apapun itu. Berhati – hati dalam berucap juga salah satu kunci menjalin komunikasi yang baik dengan sesame. Jadi, mulai sekarang belajarlah untuk tidak mudah menjudge adalah keharusan. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca semuanya. Terima kasih.

Baru Saja Tiga Pekan di Bandung, Gomez Mau Kembali ke Argentina

Mario Gomez, pelatih baru Persib Bandung, sudah merindukan negara aslinya, Argetina. Padahal dirinya baru terhitung 3 minggu tinggal di Indonesia tepatnya di Bandung. Hal tersebut diungkapkan oleh Fernando Soler, asisten pribadi pelatih tersebut dilansir dari CNN Indonesia.

Belum Bisa Pulang Kampung

Meskipun baru 3 pekan tinggal di Bandung, Gomez pasalnya sangat ingin kembali ke Argentina. Dikabarkan pelatih baru itu ingin kembali ke Negara Tango tersebut pada tahun baru 2018 nanti. Sayangnya, rencana itu harus diurungkan karena Persib masih dalam masa-masa persiapan dalam menghadapi kompetisi musim depan. Fernando Soler dan Mario Gomez tiba di Bandung pada hari Sabtu. 9 Desember 2017. Keduanya diperkenalkan oleh menejemen Persib kepada public satu hari setelahnya yakni pada hari Minggu, 10 Desember 2017. Sesudah itu, Persib langsung mulai latihan perdananya pada hari Rabu, 13 Desember 2017.

Keinginan Gomez yang ingin kembali ke Argentina pada pergantian tahun pasalnya disampaikan oleh Soler. “Gomez sangat ingin kembali ke Argentina untuk liburan tahun baru. Namun tidak bisa, karena liburnya hanya tiga hari saja,” ungkap Soler yang ditemui pada hari Kamis, 28 Desember 2017. Tim pelatih Persib memang memberikan kebebasan pada pemain-pemainnya untuk bisa merayakan tahun baru. Klub juara dari Liga Indonesia sebanyak dua kali itu meliburkan para pemainnya dari sesi latihan rutin yang mereka jalani sehari-hari.

Ada Rencana Lainnya

Dan menurut Persib, Fernando Soler, dan juga pemain judi bola Persib bakal diliburkan terhitung sejak tanggal 31 Desember 2017 yang tepatnya hari Minggu. Atep Rizal dan juga kawan-kawannya diminta untuk kembali dan latihan pada tanggal 3 Januari 2018. Saya dan coach, Mario Gomez, selalu kangen dengan Argentina. Namun ya, untuk saat ini, bekerja menjadi pilihan yang kami buat,” ungkap Soler.

Tak ingin liburan tahun barunya sia-sia, Gomez dan Mario mulai merancang agenda di pergantian tahun nanti. Yang pastinya, kedua orang itu akan keluar dari kota Kembang. “Mungkin ya, hanya berlibur di Bandung saja, mencari tempat makan. Kami belum juga menemukan tempat favorit yang ada di Bandung. Jadi ya, mungkin kami hanya akan mencari beberapa makanan Spanyol dan Italia,” imbuhnya saat ditanya adakah rencana lain.

Sekarang ini, skuat Pangeran Biru masih saja menjalani pemusatan latihan yang digelar di Yogyakarta yang mana berakhir pada hari Jumat (29/12) nanti. Sesudah itu, pemain-pemain kembali ke Banudng dan langsung mereka diliburkan. Di kota Gugeg tersebut, Persib mendapatkan gemblengan fisik dan Cuma sekali melakoni yang terbagi ke dalam 2 tim. Sedangkan ujia coba kedua yang mana direncanakan pada hari Kamis ini, 28 Desember 2017 harus dibatalkan.

Mario Gomez juga menjadi pelatih baru yang masih enggan mencicipi masakan Indonesia. dikatakan oleh SOler bahwa pelatih itu sudah suka dengan objek wisata yang ada di Indonesia. ia bahkan berencana untuk ke Candi Borobudur untuk menikmati keindahan candi tersebut. akan tetapi ia belum mau mencoba masakan Indonesia yang takut dirasa kurang cocok dengan cita rasanya. Dan terkait dengan liburan di libur tahun baru, memang dirinya dan Soler akan mengadakan agenda supaya mereka bisa tetap menikmati liburan tahun baru. Hal itu lah yang dikatakan oleh Soler.

Menejemen juga tidak membatasi mereka ingin ke mana karena kebebasan sepenuhnya diberikan oleh menejemen selama mereka masih mau bekerja sama setelah liburan usai.

© 2019 Javier Martin Robles All Rights Reserved   

Theme Poin4d by Poin4d.