Tanggul Sungai Citarum Jebol, Bekasi Tenggelam

Warga Kampung Babakan Banteng, Sumber Urip, Pebayuran Kabupaten Bekasi harus menerima banjir cukup besar akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum pada Sabtu malam, 20 Februari 2021. Karena peristiwa itu, beberapa wilayah mengalami banjir dan perumahan mulai terendam. Pusat Pngendali Operasi (Puldalops) dari BNPB telah mengatakan bahwa peristiwa jebolnya tanggul telah memberikan dampak banjir Bekasi yang cukup besar. kedalaman di setiap darah akan berbeda beda namun akan semakin tinggi jika curah hujan semakin tinggi.

Banjir Bekasi akibat Sungai Citarum dan Hujan Besar

Tinggi banjir di daerah Bekasi bisa mencapai 100 cm hingga 250 cm tergantung pada wilayah yang tergenangnya. Di Pkl 01.00 dini hari, sudah ada empat desa di Kecamatan Pebayuran yang mendapatkan air limpahan dari Sungai Citarum. Desa desa tersebut adalah Desa Sukaurip, Karang segar, bantasari, dan Sumber Urip. Tim Reaksi Cepat BNPB langsung memberikan bantuan dan memantau keadaan di kawasan banjir. Tim diterjunkan untuk mencegah terjadinya korban jiwa dan bahaya yang lebih parah terjadi.

Banjir Bekasi dan kabupaten Karawang secara umum sebenarnya bukan hanya karena jebolnya tanggul sungai citarum tetapi juga karena intensitas hujan yang tinggi serta luapan sungai yang terlalu besar. akibatnya 34 desa sudah terendam banjir. Desa desa tersebut tersebar di 15 kecamatan di wilayah Karawang. Daerah karawang yang terdampak bencana banjir diantaranya Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, TIrtajaya, Pedes, Cikampek, Perwasari, Ciampel, pangkalan, Klari, Tempuran, Tirtamulya, Jatisari, Rawamerta, Karawang Barat dan Cilamaya Wetan.

Kepala pusat data, Raditya Jati mengakatan bahwa ada 9.331 kepala keluarga yang terdampak akibat banjir ini. Dapat diperkirakan sekitar 28.329 jiwa sedang mengalami banjir dan beberapa diantaranya perlu dievakuasi karena berada di titik merah. Sekitar 1.075 KK harus diungsikan karena dikhawatirkan banjir akan semakin lama dan merendam rumah mereka secara keseluruhan. Proses evakuasi dan pencarian terus dilakukan sejak dini hari hingga hari ini. Tidak ada korban jiwa, hanya jumlah pengungsi yang semakin banyak.

Tim Reaksi Cepat Evakuasi dan Perlu bantuan

Proses evakuasi cukup menyulitkan terutama di daerah daerah dengan kedalaman banjir yang cukup tinggi. Akibatnya tim pun harus melakukan penyelamatan situs judi slot online gampang menang dengan hari hati. Selain itu, evakuasi yang dilakukan pada malam hari sangat sulit mengingat listrik mati dan kurangnya penerangan di daerah banjir. Tetapi masih diusahakan untuk tetap mencari korban korban banjir yang masih terjebak atau tidak bisa keluar dari rumah mereka sendiri. Sampai saat ini proses evakuasi dan pencarian masih terus dilakukan.

Hingga saat ini curah hujan masih tinggi dan tanggul belum dapat diperbaiki. Posko posko pengungsi sudah disediakan sehingga korban banjir bisa mendapatkan tempat untuk berlindung. Bantuan pun segera dikoordinasi dengan tim humas BPBN sehingga penyaluran bantuan bisa tepat ssaran dan sesuai dengan kebutuhan. Diharapkan tidak ada timbulnya penyakit yang lain karena kondisi bencana sedang ada di dalam era pandemi. Protokol kesehatan tetap dijalankan dan para pengungsi pun terus diimbau untuk menjaga kesehatan mereka.

Mengenai jebolnya tanggul Sungai Citarum belum ada kepastian mengapa hal itu bisa terjadi. Basarna telah melakukan investigasi dan menyebutkan bahwa tanggul jebol pada Pukul 23.30 malam. Seketika air pun keluar dari daerah sungai dan mulai merendam pemukiman warga. Warga pun banyak yang terkejut karena air tiba tiba menggenang di malam hari pada saat semuanya sedang tertidur lelap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2022 Javier Martin Robles All Rights Reserved   

Theme Poin4d by Poin4d.