Prabowo di Mata Rizal Ramli dan Lembaga Survey CSIS

Seperti yang sudah diketahui, Prabowo Subianto mengajukan dirinya lagi menjadi calon presiden. Ia pun berharap kali ini hasilnya bakal berpihak pada dirinya.

Prabowo didukung Rizal Ramli

Walaupun hamper semua Lembaga survey menempatkan dirinya di bawah Jokowi, petahana sekaligus calon presiden yang juga dihadapinya di pemilihan tahun 2014, tim pemenangan yang dibentuknya optimis bahwa kali ini ia bisa menang.

Saat bicara tentang peluang, tentu saja peluang menang pastinya ada. Bahkan, menurut Rizal Ramli, mantan menteri dan juga pengamat ekonomi, bukan tak mungkin Prabowo membuat kejutan seperti yang dilakukan oleh Mahatir Mohamad pada pemilihan umum Malaysia tahun lalu.

Pada Pemilu Malaysia tahun 2018, koalisi pimpinan Mahatir, sungguh di luar dugaan dapat menumbangkan UMNO yang sudah berkuasa selama beberapa decade lamanya. Kemenangan Mahatir ini menjadi salah satu momen yang mengakhiri pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak.

Kekecewaan rakyat yang meluas dan juga skandal korupsi, banyak diyakini menjadi salah satu penyebab kekalahan UMNO dan juga Najib.

Rizal Ramli yakin bahwa Jokowi bisa dikalahkan oleh Prabowo jika Prabowo bisa menangkan “momen kekecewaan public.”

Ia mengatakan bahwa petani banyak dirugikan di bawah pemerintahan Jokowi. Mereka dirugikan karena adanya harga komoditas yang rendah, sedangkan kelas menengah ke atas kecewa juga dengan kegagalan pemerintahannya memacu ekonomi di kisaran 7%, seperti yang sudah dijanjikannya pada kampanye pilpresnya tahun 2014.

Menurut Rizal, keinginan untuk bisa melalukan suatu perubahan “mendapatkan momentum dalam beberapa bulan ini dikarenakan banyak orang yang kecewa dengan Jokowi.” Pemilih Muslim juga mungkin saja meninggalkan Jokowi setelah beberapa pemuka agama “dikriminalisasi” hanya karena mengkritik pemerintah. Ia mengatakan bahwa ada semacam ketidakadilan di kalangan penganut Muslim.

Bak Pertandingan Bulu Tangkis

Namun pengamat politik dari Lembaga kajian CSIS (Center for Strategic and International Studies) di Jakarta, yakni Philips Vermonte, tak sependapat dengan dugaan Ramli.

“Perbandingan antara Indonesia dan Malaysia di dalam konteks ini tidak lah sama,”ungkap Vermonte dilansir dari CNN Indonesia. Ia mengatakan bahwa banyak yang kecewa dengan kinerja Perdana Menteri Najib di Malaysia. “Ada proses delegalitas pada Najib karena kasus-kasus korupsi yang besar tersebut, yang mana menunjukkan kekuasaan togel online yang dipegang oleh Najib. Diduga dipakai untuk memperkaya dirinya sendiri dan juga kelompoknya,” ungkap Vermonte.

“Sementara itu di Indonesia, kalau kita lihat Jokowi, sepertinya taka da tendensi ke arah sana,” lanjutnya.

Selain itu, Mahatir, lawan Najib, memiliki rekam jejak yang diakui oleh rakyat karena pernah menjadi perdana Menteri dan juga dianggap berhasil. “Ia memiliki pengalaman mengelola negara,” katanya lebih lanjut.

Apakah peluang bagi Prabowo menang di atas Jokowi tidak ada?

Vermonte mengatakan bahwa keunggulan Jokowi antara 15% sampai dengan 20% belum dapat dikatakan aman. Dan di waktu-waktu yang tersisa ini, pertarungan dapat disamakan dengan pertandingan bulu tangkis. “Apabila melakukan blunder, poin bakal langsung diberikan lawan.”

Factor lainnya adalah partisipasi di hari H. Apabila di hari pencoblosan tim Prabowo dapat mengerahkan pemilih secara besar-besaran, maka bukan tak mungkin Prabowo dapat membalikkan keadaan. Apalagi, ia didukung kader-kader Partai Gerindra dan juga PKS yang dikenal militant.

Untuk Prabowo, untuk ketiga kalinya terjun ke pemilihan presiden ini membuat dirinya makin bersemangat dan tidak kehilangan asa. Seperti yang diketahui, ia sebelumnya mencalonkan diri sebagai cawapres Megawati yang saat itu bersaing dengan Susilo Bambang Yudhoyono-Boedinon dan Jusuf Kalla-Wiranto. Sebelumnya, ia juga menjadi capres dengan cawapres Hatta Radjasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2019 Javier Martin Robles All Rights Reserved   

Theme Poin4d by Poin4d.