Kapten Macan Kemayoran Tak Sepakat dengan Sebutan Persija Anak Papah

Menuju kejuaraan Liga 1 2018, Persija Jakarta tinggal selangkah lagi untuk dapat menyabet gelar juara apabila dapat mengalahkan rival terdekatnya, yaitu PSM Makasar. PSM juga merupakan lawan tangguh yang memiliki catatan baik pada pertandingan – pertandingan togel sebelumnya. Semakin dekatnya pertemuan mereka pada Liga 1 2018, kini santer terdengar sebuah olokan “Persija Anak Papah” di media sosial. Olokan atau cemoohan itu muncul dikaitkan dengan adanya rangkap jabatan yang terjadi pada JokoDriyono. Selain menjadi pemilik saham mayoritas Persija Jakarta, Ia juga merupakan seorang wakil ketua umum PSSI.

Ungkapan dari IsmedSofyan

Berikut ini beberapa ungkapan dari IsmedSofyan terkait dengan ketidaksepakatannya dengan “Persija Anak Papah”, simaklah ulasannya;

Kemenangan Bukanlah Settingan

Atas keberadaan berita tersebut di berbagai sosial media, IsmedSofyan Sang Kapten Macan Kemayoran pun ikut unjuk bicara. Ia mengatakan bahwa sebutan “Persija anak papah” tidaklah tepat. Keberasilan Persija Jakarta terwujud berkat adanya kerja keras yang selalu mereka terapkan dalam berlatih bersama tim dan ofisial.

Setelah mampu memenangkan pertandingan dengan Bali United dan menyeimbangi skor 0-0 dengan Bhayangkara FC, Persija akan bersiap untuk menyusun strategi dalam pertandingan selanjutnya. Hal itu adalah bukti bahwa Persija telah berusaha keras dalam setiap laganya. IsmedSofyan mengungkapkan juga bahwa cemoohan tersebut datang dari kubu yang tidak suka terhadap Persija Jakarta saja.

Ia juga menambahkan bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu tim Persija, meskipun para netizen menuduh bahwa Persija anak papah, kejuaraan merupakan settingan dan lain sebagainya. Tim Persija akan tetap fokus untuk terus berlatih.

Sang Kapten Kemayoran juga menyimpulkan bahwa setiap usaha dan kerja keras pasti akan mendapatkan hasil yang terbaik pula. Begitu juga buah hasil pada setiap latihan rutin yang telah dilaksanakan oleh tim sekarang berbuah manis. Meskipun tim masih harus terus berjuang satu langkah lagi menuju kemenangan.

Tetap Fokus Berlatih

Menurut Ismed, pemain berusia 39 tahun ini menegaskan bahwa kerja keras adalah kunci dari keberhasilan dalam permainan. Ia bersama dengan timnya terus melakukan latihan. Mereka menjadwalkan latihan pada setiap pagi dan sore hari. Disiplin waktu dalam berlatih menjadi hal penting pula bagi setiap pemain. Pemain juga fokus pada setiap latihan dan pertandingan nantinya.

Biarkan Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Setiap hasil pasti tidak akan mengkhianati usaha, mungkin hal itu yang pantas disebutkan bagi Persija. Perihal olokan dan cemoohan yang dilontarkan oleh para haters, bagi Kapten Persija Jakarta adalah tak perlu dirisaukan seperti sebuah pepatah biarkan anjing menggonggong kafilah berlalu. Konsentrasi terhadap laga selanjutnya sangat penting. Sebagai kapten Ia juga memberikan stimulus bagi para anggotanya agar tidak mudah terpengaruh oleh kubu yang tidak menyukai keberhasilan Persija.

Demikianlah beberapa hal yang terkait dengan tidak sepakatnyaIsmedSofyan atas olok – olokan atau cemoohan Persija anak papah. Semoga hal tersebut menjadi perhatian dan pemahaman bagi kita semua agar mengadakan cek dan ricek dahulu sebelum memberikan tuduhan bagi orang ataupun kelompok – kelompok tertentu.

Dalam pendidikan agama, berperasangka saja merupakan suatu tindakan tidak terpuji. Dan sebaik – baik orang adalah yang selalu berpikiran positif terhadap suatu apapun itu. Berhati – hati dalam berucap juga salah satu kunci menjalin komunikasi yang baik dengan sesame. Jadi, mulai sekarang belajarlah untuk tidak mudah menjudge adalah keharusan. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca semuanya. Terima kasih.

© 2019 Javier Martin Robles All Rights Reserved   

Theme Poin4d by Poin4d.