Valentino Rossi Kecewa Dengan Yamaha Yang Dikendarai

Berada di posisi kedua klasemen pebalap sementara sepertinya tidak membuat Valentino Rossi puas. Bahkan pebalap Italia berusia 39 tahun itu terlihat masih kecewa dengan motor M1 miliknya. Apalagi dalam seri Catalunya pekan lalu, Rossi meraih hasil bertolak belakang. Pemilik tujuh gelar juara togel online dunia MotoGP itu hanya ada di urutan ke-14 saat tes bebas dan meraih posisi ketiga ketika balapan digelar.

 

Tentu saja hasil yang berbeda jauh itu membuat Rossi kecewa pada M1. Pebalap Movistar Yamaha ini menilai motor yang dia kendarai sangat memalukan karena tidak konsisten. Bukan tanpa alasan jika Rossi malu karena Yamaha terakhir kali menjadi juara di seri Belanda musim lalu. Kegagalan ini diduga kuat karena Yamaha belum menemukan solusi atas masalah dan daya cengkeram ban.

 

Rossi menilai hal itu berkaitan dengan ketidakmampuan Yamaha mengembangkan peralatan elektronik. Ke depannya, Yamaha akan melakukan tes di Brno yang berlangsung usai balapan seri Ceko bulan Agustus mendatang. Rossi berharap tes selanjutnya bisa menemukan hal baru yang semakin membuat M1 melaju sesuai harapannya.

 

Kritikan Casey Stoner Untuk Rossi

 

Jika Rossi tampak masih memiliki kendala atas M1, nasib berbeda dialami mantan rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Lorenzo saat ini tengah gembira dengan performa Ducati yang mengantarkannya menjadi juara seri Italia dan Catalunya beruntun. Sempat mengalami kesulitan dengan motor Ducati, Lorenzo sebetulnya senasib dengan Rossi waktu bergabung di Ducati pada 2011-2012 silam.

 

Namun berbeda dengan Lorenzo yang akhirnya juara, Rossi sama sekali tak berkutik kala menunggangi Ducati. Hal itu akhirnya membuat juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner angkat bicara. Bagi Stoner, performa Rossi di Ducati jauh lebih buruk daripada Lorenzo karena baginya, Lorenzo lebih banyak memberikan tekanan kepada pebalap lain saat meraih podium, seperti dilansir Crash.

 

Menurut Stoner, kegagalan Rossi di Ducati karena proses pengembangan motor yang lambat. Hal itu akhirnya membuat Rossi cuma bisa tiga kali naik podium tanpa sekalipun jadi juara bersama Ducati. Imbasnya, Rossi pulang kampung ke Yamaha pada lima tahun lalu. Lebih lanjut, Stoner juga memuji motor Yamaha yang menurutnya lebih baik daripada Ducati dan pabrikan Jepang itu tetap bisa memenangkan balapan meskipun ada Rossi atau tidak.

 

Kalah Terus, Yamaha Tiru Ducati Demi Vinales

 

Sementara itu nasib berbeda justru dialami rekan setim Rossi, Maverick Vinales. Dalam tiga seri balapan terakhir, Vinales justru tercecer. Bahkan saat seri Italia, Vinales yang mulai balapan di urutan kedua, malah berakhit di peringkat delapan. Rasa bingung dan heran pun dialami Vinales karena dirinya kalah dari Rossi. “Saya tidak tahu kenapa Rossi bisa lebih unggul padahal motor kami sangat mirip. Hanya grip ban yang berbeda, tidak lebih.”

 

Kepada Speedweek, Vinales pun menilai kalau gaya balapannya dan Rossi hampir mirip. Karena kalah terus dari Rossi, pebalap Spanyol itu harus rela tergusur dari posisi kedua di klasemen sementara pebalap ke posisi ketiga, di bawah The Doctor. Dilaporkan pula karena hasil buruk di Catalunya kemarin, Vinales ingin Yamaha mengubah ukuran tangki motornya seperti yang dilakukan Ducati untuk motor Lorenzo. Lorenzo pun langsung meraih hasil istimwa dengan juara di Italia dan Catalunya.

 

Belum dipastikan kapan Yamaha akan melakukan perubahan pada motor Vinales, yang jelas seri Belanda akan jadi ajang pembuktiannya. Apakah Vinales mampu mengejar Rossi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Javier Martin Robles All Rights Reserved   

Theme Poin4d by Poin4d.