Sukses Meluncur, Roket Terkuat Sejagat Lintasi Sabuk Asteroid

Tepat hari Selasa (6/2) pukul 15.45 ET atau sekitar 03.45 WIB dini hari, roket Falcon Heavy milik SpaceX sukses meluncur dan memulai menapaki jalannya menuju ke luar angkasa. Berhasil menjalani uji coba peluncuran perdana, Falcon Heavy mengukuhkan diri sebagai roket terkuat di jagat raya. Kesuksesan ini membuat SpaceX meringsek ke posisi puncak dalam industri antariksa. Sang pendiri sekaligus pemilik SpaceX, Elon Musk, menyebut kalau peluncuran Falcon Heavy membuat peta persaingan pesawat antariksa saling berlomba-lomba untuk mendapatkan kontrak NASA, lembaga militer dan berbagai perusahaan yang ada.

 

Kelebihan yang ditawarkan SpaceX ini adalah harga tiap satu kali peluncuran yang murah dari Falcon Heavy, dengan kemampuannya yang bisa digunakan kembali. Sekedar informasi, untuk sekali meluncur, Falcon Heavy membutuhkan biaya USD 90 juta. Jika dibandingkan, Delta IV Heavy, roket terkuat setelahnya,yang dioperasikan oleh Launch Alliance membutuhkan biaya yang jauh lebih besar yakni USD 435 juta.

Yang menarik, perjalanan Falcon Heavy ke luar angkasa itu ditemani oleh Tesla Roadster dan sang ‘pengemudi’, boneka Star Man. Kini Falcon Heavy siap memulai perjalanannya hingga sabuk asteroid setelah bagian atas roket ini melakukan pembakaran ketiga yang merupakan fase terakhir. Dengan demikian, Tesla Roadster dan Star Man kini sudah melintasi sabuk Van Allen yang merupakan kawasan dengan tingkat radiasi tinggi yang ada di sekitar bumi. Nantinya, dua Roadster dan Star Man dapat menjelajahi antariksa mulai dari singgah di orbit Mars hingga ke sabuk asteroid yang merupakan salah satu bagian dari sistem Tata Surya yang ada di sepanjang orbit Mars dan Jupiter. Dalam sabuk asteroid ini ada miliaran hingga triliunan asteroid berukuran sebesar batu kerikil hingga diameter ribuan meter.

 

Ditonton Jutaan Orang, Peluncuran Falcon Heavy Tidak Sempurna

 

Kendati masih uji coba, peluncuran Falcon Heavy yang akan menjalani misi pedananya ini begitu menarik perhatian. Diluncurkan di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, SpaceX menyiarkan proses peluncuran lewat channel Youtube resmi mereka. Tak main-main, lebih dari 2,3 juta penonton bandar togel hk menyaksikannya di Youtube, seperti dilansir The Verge.

 

Kendati sukses berat, SpaceX justru mengumumkan jika peluncuran Falcon Heavy tak sempurna. Karena satu dari tiga pendorong roket itu mengalami kegagalan yakni pendorong tengah yang tak bisa mendarat di tempat semestinya. Pendorong bagian tengah itu rupanya tak mampu mengikuti dua pendorong di sisi luar yang mampu kembali ke Bumi secara simultan. Diketahui jika pendorong tengah itu terjatuh ke laut dengan kecepatan lebih dari 480 km/jam.

 

Sukses SpaceX Bikin Kekayaan Elon Musk Meningkat

 

Berhasilnya Falcon Heavy diluncurkan memang membuat semua orang memuji SpaceX. Hal ini rupanya berimbas positif kepada kekayaan Elon Musk. Kegembiraan Musk memang tampak makin sempurna karena pundi-pundi hartanya makin membengkak. Berdasarkan data dari Bloomberg Billionaire Index, per 7 Januari 2018, kekayaan Bos dari Tesla, SpaceX dan The Boring Company ini telah mencapai USD 20,9 miliar (Rp 283 triliun). Jumlah itu membuat Musk masuk di urutan ke-41 dalam daftar orang terkaya di dunia versi Bloomberg, di atas Michael Dell, CEO Dell, yang berada di posisi 43 dengan kekayaan USD 20,7 miliar (Rp 280 triliun).Dibandingkan tahun lalu, terhitung mulai 5 Februari 2017, kekayaan  Musk kini sudah tumbuh hingga 73%, dan masih dapat terus bertambah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Javier Martin Robles All Rights Reserved   

Theme Poin4d by Poin4d.