DPR RI Tak Punya Ketua Sejak Usulan Setnov untuk Pengganti Dirinya ditolak

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia di mana Indonesia tidak memiliki ketua parlemen sejak Setya NOvanto mengundurkan diri sebagai ketua DPR RI. Hal ini terjadi saat rapt Badan Musyawarah DPR sudah memutuskan untuk menyetujui pengunduran diri Setnov sebagai ketua DPR kan tetapi menunda pembahasan penggantinya.

Terdapat Polemik di Fraksi Golkar

“Karena ya, ada perbedaan-perbedaan pandangan di dalam internal, agar tidak terjadi meluas, maka disepakati di dalam Bamus untuk menunda membacakan surat itu di dalam rapat paripurna.” Ucap anggota DPR dari fraksi Golkar, Aziz Syamsudin, pada wartawan setelah menghadiri rapat Bamus DPR. “Mulai hari ini (Senin, 11 Desember 2017), posisi Ketua DPR RI kosong karena Pak Novanto telah mengundurkan diri,” imbuhnya.

Keputusan tersebut diambol karena adanya polemic pada tubuh fraksi Golkar. Dan menurut Wakil Sekjem Partai Golkar yakni Dave Laksono, ada 60 dari banyaknya 90 anggota fraksi Golkar yang ada di DPR menolak penunjukkan Aziz Syamsudin sebagai ketua DPR oleh Setnov. Menurut Dave, keputusan tersebut diambil melalui rapat pengurus. Alih-alih keputusan Setnov yang mana notabene sudah menyerahkan kepemimpinan partai untuk sementara waktu ke Idrus Marham.

Hal ini nampaknya sejalan dengan ucapan dari Firman Soebagyo, seorang pejabat dari Partai Golkar. Ia mengatakan, “Sebuah keniscayaan namun mekanisme yang ditempuh mesti benar jangan sampai menabrak aturan dan juga UU yang ada. Kalau cacat hukum dan terkesan dipaksakan, maka kita malu.”

Bamus DPR pun kemudian menyerahkan sosok pengganti Setnov ke internal Partai Golkar. Aziz Syamsuddin mengaku pasrah dengan apa keputusan yang akan diambil kelak. “Bagi saya tidak masalah, kita lihat saja mekanismenya, prosedur,” ungkapnya. Ditanya tentang kapan ada kepastian dirinya mengindikasikan kemungkinan posisi ketua DPR baru bakal akan terisi pada bulan Januari 2018 mendatang setelah Partai Golkar sendiri berkonsolidasi.

Soal pergantian Ketua DPR RI pasalnya sudah diatur dalam UU Nomor 17 tahun 2014 soal MPR, DPR, DPRD, dan juga DPD, dengan pasal 87 ayat 4 yang mana menjelaskan bahwasayang pengganti Pimpinan DPR bakal berasal dari fraksi partai yang sama juga.

Jika Setnov Mundur atau Jatuh, Siapa Penggantinya di Ketum Golkar

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa dalam internal Partai Golkar saat ini sedang terjadi polemik. Airlangga Hartarto, salah satu menteri di cabinet Jokowi-Kalla mengatakan dan juga ikut meramaikan bursa calon ketua umum Partai Golkar yang mana dianggap sangat penting untuk bisa menyelamatkan Golkar dan juga menguatkan dukungan atas pasangan dari Jokowi-Kalla di Pilpres mendatang.

Partai Golkar merencanakan akan menggelar musyawarah nasional luar biasa atau Munaslub guna memilih ketua umum yang baru, usai Ketua Umum saat ini, Setya Novanto terjebak di kasus korupsi E-KTP. Selain Airlangga Hartarto yang menjadi calon kuat ada yang lainnya yakni Idrus Marham yang saat ini sudah ditunjuk sebagai pelaksana tugas ketua umum partai tersebut. idrus sendiri pasalnya menyatakan bahwa ia sudah siap apabila dicalonkan.

Aditya Perdana, Direktur Pusat Kajian Politik UI mengatakan bahwa pemunculan nama Airlangga yang mana didukung oleh Wapres, Jusuf Kalla, tak terlepas dari keinginan pemerintahan dari Jokowi-JK agar partai beringin tersebut tampil solid sehingga bisa menguatkan posisi togel hongkong mereka pada parlemen nantinya. “Karena pemilu kan digelar serenta, jadi siapa partai yang dominan maka itu tak bisa diprediksi,” ungkap Aditya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Javier Martin Robles All Rights Reserved   

Theme Poin4d by Poin4d.